🎲 Pusat Konservasi Hutan Lumut Berada Di Provinsi

Floraexploration and vegetation analysis had been studied in di Gumoe Protected Forest, Pidie Regency, Aceh Province. Survey method was used to collect potential fora by exploring inside the area. In total, we collected around 172 collection number and 20 sheet herbarium speciment. About 139 collection number were estimated as

Lampung bisa menjadi model kawasan konservasi berbasis lanskap di Sumatera. Ada dua taman nasional di provinsi ini yang dapat dijadikan percontohan yaitu Taman Nasional Bukit Barisan Selatan [TNBBS] dan Taman Nasional Way Kambas [TNWK]. Lanskap adalah sebuah sistem sosial dan ekologi, terdiri ekosistem alami atau hasil modifikasi manusia yang dipengaruhi kegiatan ekologi, politik, ekonomi, historis, dan sosial budaya berbeda. Christine Wulandari, Ketua Program Studi Magister Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung, menyatakan pendekatan lanskap merupakan upaya mengakomodir setiap kepentingan, mulai ekologi, budaya, dan ekonomi lokal dalam satu bentang kawasan. Lima varibel yang harus diperhatikan dalam pengelolaan kawasan konservasi berbasis landskap di Lampung yaitu platform berbagai pemangku kepentingan, pemahaman bersama, perencanaan kolaboratif, pelaksanaan efektif, serta pemantauan. Apakah Lampung bisa mewujudkan diri sebagai model kawasan konservasi berbasis lanskap di Sumatera? Pertanyaan ini yang coba dibedah Christine Wulandari, Ketua Program Studi Magister Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung [Unila], saat mengawali diskusi virtual Mongabay Indonesia bertajuk Lampung Sebagai Model Kawasan Konservasi Sumatera, Kamis [25/6/2020]. Christine bukan orang sembarangan. Dia sudah mencurahkan sebagian besar hidupnya untuk meneliti hutan di Indonesia, terlebih Lampung. Ketua Yayasan Kehutanan Masyarakat Indonesia ini dengan mantap mengatakan, Lampung bisa menjadi model kawasan konservasi berbasis lanskap. Ada dua taman nasional yang menjadi alasan utama Provinsi Lampung layak menjadi percontohan. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan [TNBBS] dan Taman Nasional Way Kambas [TNWK]. Baca Hanya Badak Sumatera di Hati Mereka Seorang mahout asik bermain bersama gajah sumatera di Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Foto Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia TNBBS memiliki luas sekitar hektar dan hektar merupakan Cagar Alam Laut Bukit Barisan Selatan. TNBBS membentang dari ujung selatan Lampung [Kabupaten Tanggamus, Lampung Barat, dan Pesisir Barat] mengiringi punggung pegunungan Bukit Barisan hingga ke Provinsi Bengkulu di bagian utara [Kabupaten Kaur]. Bukit Barisan Selatan merupakan satu dari tiga taman nasional di Sumatera yang mendapat penghargaan bergengsi dari UNESCO pada 2004. TNBBS bersama Taman Nasional Gunung Leuser [TNGL] dan Taman Nasional Kerinci Seblat [TNKS] dinobatkan sebagai Tropical Rainforest Heritage of Sumatera [TRHS] atau Situs Warisan Dunia Hutan Hujan Tropis Sumatera. “TNBBS masuk lanskap hutan pegunungan Bukit Barisan yang berjejer dari Aceh hingga Lampung,” jelasnya. Sementara, Taman Nasional Way Kambas yang luasnya hektar, berada di tenggara Pulau Sumatera. Ekosistemnya berupa hutan hujan dataran rendah, rawa, hutan pantai, hingga mangrove. “Dua taman nasional ini tantangannya,” tutur anggota Pokja Percepatan Perhutanan Sosial Provinsi Lampung dan Nasional. Baca Berbagi Ruang, Kawanan Gajah Liar Tidak Lagi Resahkan Warga Pemerihan Taman Nasional Way Kambas yang merupakan habitat badak sumatera dan mamalia besar lainnya seperti gajah, harimau, beruang, dan tapir. Foto Rhett Butler/Mongabay Pengelolaan lanskap Christine menjelaskan, pengelolaan kawasan konservasi berbasis lanskap harus dimaksimalkan. Lanskap adalah sebuah sistem sosial dan ekologi, terdiri ekosistem alami atau hasil modifikasi manusia yang dipengaruhi kegiatan ekologi, politik, ekonomi, historis, dan sosial budaya berbeda. Dengan begitu, lanskap mempunyai karakter yang unik. “Dalam sebuah lanskap, kemungkinan terdapat berbagai macam pengelolaan atau penggunaan lahan. Misalnya untuk kehutanan, pertanian, peternakan, perikanan, serta konservasi keanekaragaman hayati.” Pendekatan lanskap merupakan upaya mengakomodir setiap kepentingan, mulai ekologi, budaya, dan ekonomi lokal dalam satu bentang kawasan. “Kuncinya adalah membangun konektivitas antar-kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati,” tutur dia. Tujuannya, melindungi hutan primer, pemulihan hutan dan habitat satwa yang terdegradasi, serta menyelesaikan konflik antara manusia dengan satwa liar. “Pelaksanaannya bisa melalui pendekatan kolaboratif, kemitraan dengan masyarakat, serta perpaduan pengetahuan dan kearifan lokal dengan ilmu dan teknologi moderen,” jelas dosen kehutanan yang juga Anggota Gugus Tugas Multipihak KSDAE-KLHK Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Pengelolaan lanskap hendaknya ditetapkan oleh pemangku kepentingan. Demikian pula batas-batasnya yang merupakan kombinasi alam, lahan, wilayah adat, atau yurisdiksi dan administrasi. “Secara umum, pengelolaan lanskap mendukung pembangunan berkelanjutan yang berupaya mencari solusi agar tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan tidak bertentangan.” Christine mengatakan, ada lima varibel yang harus diperhatikan dalam pengelolaan kawasan konservasi berbasis landskap di Lampung. “Rinciannya, platform berbagai pemangku kepentingan, pemahaman bersama, perencanaan kolaboratif, pelaksanaan efektif, serta pemantauan. Ini fokusnya,” jelasnya. Selain TNBBS dan TNWK, Lampung memiliki kawasan konservasi yang telah dikenal masyarakat luas Cagar Alam Kepulauan Krakatau [13. 365 hektar] dan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman [ hektar]. Baca Ketika Konflik Gajah Tidak Lagi Merugikan Warga Braja Harjosari Badak sumatera yang berada di SRS Way Kambas, Lampung. Foto Rahmadi Rahmad/Mongabay Indonesia Lestarikan satwa kunci Kepala SKW III Lampung BKSDA Bengkulu-Lampung, Hifzon Zawahiri, menyetujui pengelolaan lanskap sebagai solusi menjaga keanekaragaman hayati dan satwa kunci di hutan konservasi Lampung. Kepada Mongabay Indonesia, Hifzon menjelaskan, hutan tersebut merupakan habitatnya badak sumatera [Dicerorhinus sumatrensis], harimau sumatera [Panther tigris sumatrae], gajah sumatera [Elephas maximus sumatranus], beruang madu Helarctos malayanus, burung rangkong gading [Rhinoplax vigil], dan juga bunga Rafflesia arnoldii. “Satwa kunci itu memiliki wilayah jelajah, kalau tidak dikelola dengan pendekatan lanskap tentunya habitat mereka berubah dan hidupnya terancam,” terangnya, Sabtu [27/6/2020]. Hifzon menjelaskan, pihak SKW III BKSDA Bengkulu-Lampung terus mendorong pengelolaan landskap guna menjaga nilai ekologi yang bergandengan dengan ekonomi dan sosial masyarakat sekitar penyangga hutan konservasi. “Hidup berdampingan itu indah. Satwa tetap di koridornya tanpa gangguan dan manusia dapat memanfaatkan hutan sebagai sumber ekonomi berkelanjutan.” Baca Lampung Barat Sebagai Kabupaten Konservasi, Apa Tantangannya? Rhino Protection Unit di TNBBS tengah berpatroli di sekitar taman nasional, guna mencegah terjadinya perburuan satwa liar dan perambahan hutan. Foto Rahmadi Rahmad/Mongabay Indonesia Komitmen menjaga hutan Berdasarkan SK. Menhutbun No. 256/Kpts-II/2000 tanggal 23 Agustus 2000, luas hutan negara di Lampung sekitar hektar. Rinciannya, hutan konservasi [ hektar], hutan lindung [ hektar], dan hutan produksi [ hektar]. Sejauh ini, luas kawasan hutan yang rusak di Provinsi Sai Bumi Ruwa Jurai’ diperkirakan sekitar 37,42% atau hektar. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kehutanan Lampung, Wiyogo Supriyanto, menyadari ancaman tersebut. “Kondisinya terjadi di hutan konservasi, hutan lindung, dan lainya. Utamanya adalah pembalakan liar [illegal logging],” terangnya kepada Mongabay Indonesia, Rabu [08/7/2020]. Dia menceritakan, betapa susahnya menjaga hutan itu dari tangan-tangan tak bertanggung jawab. Medio Januari-Juni 2020, pihaknya mendata 15 kasus tindak pidana. Kejadian terbaru, Ahad [14/6/2020], Dinas Kehutanan Lampung mengamankan delapan orang terkait penebangan liar di kawasan Register 17 dan 35 di Kecamatan Katibung, Lampung Selatan. Barang bukti berupa lima kubik kayu jati. Tiga hari sebelumnya, Kamis [11/6/2020], tim mengamankan sebuah Mobil Truck Colt Diesel memuat 120 batang kayu sonokeling. Diduga, hasil rambahan di hutan KPH Tahura Wan Abdul Rachman. “Sedangkan 2019, tercatat ada 37 kasus,” kata alumni Institut Pertanian Bogor [IPB]. Pembalakan liar, menyebar dari KPH Liwa, KPH Pematang Neba, KPH Way Waya, Taman Hutan Raya [Tahura] Wan Abdul Rachman, KPH Betutegi, KPH Sungai Buaya, KPH Rajabasa, hingga KPH Kota Agung Utara. Masalahnya, kata Wiyogo, sampai kini penangkapan hanya ditataran sopir, tukang tebang dan pengangkut. Sementara pemodal dan cukong sering tak tersentuh. “Kami kesulitan membongkar mafia ini, seperti ada yang melindungi.” Baca juga Kisah Klasik Tahura Wan Abdul Rachman, Dari Konflik Menuju Konsep Ekowisata Kopi yang menjadi andalan masyarakat Lampung. Foto Nopri Ismi/Mongabay Indonesia Salah satu pemodal sekaligus penadah kayu yang tengah diproses hukum bernama Cecep. Dia jaringan Lampung-Jawa yang fokus menampung sonokeling. Kayu ini masuk kategori kayu keras, bagian tengah cokelat kehitaman, terkadang memiliki corak loreng cokelat tua. Sering digunakan sebagai bahan dasar furnitur, bahkan kualitasnya menyaingi jati, karena awet dan mampu menangkal jamur. “Permintaannya banyak dan jaringan mereka luas. Kami terus berupaya memberantas pembalakan liar meski dengan personil terbatas.” Wiyogo menjelaskan, upaya yang terus dilakukan pihaknya adalah patroli rutin di hutan, penyuluhan ke masyarakat, serta mendirikan Unit Pelaksana Teknis Dinas [UPTD] Kesatuan Pengelolaan Hutan [KPH] di hutan konservasi dan hutan lindung. “Ada 15 pos KPH dan satu pos di tahura. Hutan konservasi Lampung yang luas, memang harus dikelola secara baik dan berkelanjutan. Ini tanggung jawab kita pada generasi mendatang,” tegasnya. Artikel yang diterbitkan oleh

TopPDF KAJIAN KELAYAKAN POTENSI INVESTASI RUMPUT LAUT DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR dikompilasi oleh 123dok.com. dapat menyerap tenaga kerja serta mampu memanfaatkan lahan perairan pantai di kepulauan Indonesia yang sangat potensial. Beberapa

Luas Kawasan Hutan dan Konservasi Perairan Hutan Lindung, Suaka Alam dan Pelestarian Alam Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur ha, 2021 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Tahun SK Year of Decree Luas Kawasan Hutan dan Konservasi Perairan Extent of Forest Area, Inland Water, Coastal, and Marine Ecosystem Hutan Lindung Protection Forest Suaka Alam dan Pelestarian Alam Sanctuary Reserve and Nature Conservation Area Kabupaten/Regency Pacitan 2021 268,16 - Ponorogo 2021 16 880,30 209,01 Trenggalek 2021 17 929,19 - Tulungagung 2021 5 947,16 - Blitar 2021 12 518,72 - Kediri 2021 8 338,48 422,45 Malang 2021 40 597,56 24 341,28 Lumajang 2021 11 915,48 23 400,95 Jember 2021 44 972,08 47 426,28 Banyuwangi 2021 54 895,07 62 702,34 Bondowoso 2021 30 190,32 2 334,97 Situbondo 2021 15 643,83 27 635,75 Probolinggo 2021 23 127,13 9 489,51 Pasuruan 2021 7 388,48 9 266,00 Sidoarjo 2021 - - Mojokerto 2021 4 309,72 11 614,06 Jombang 2021 1 102,28 2 662,27 Nganjuk 2021 7 640,46 - Madiun 2021 5 550,91 6,35 Magetan 2021 4 234,25 - Ngawi 2021 3 101,62 - Bojonegoro 2021 1 530,52 - Tuban 2021 734,91 2,05 Lamongan 2021 255,28 - Gresik 2021 - 4 531,27 Bangkalan 2021 705,87 - Sampang 2021 6,52 - Pamekasan 2021 445,94 - Sumenep 2021 9 221,62 1 452,69 Kota/Municipality Kediri 2021 42,25 - Blitar 2021 - - Malang 2021 - - Probolinggo 2021 - - Pasuruan 2021 - - Mojokerto 2021 - - Madiun 2021 - - Surabaya 2021 - - Batu 2021 3 042,33 4 376,95 Jawa Timur 332 536,44 231 874,18 Catatan/Note 1 Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tentang Penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan Serta Tata Guna Hutan Kesepakatan TGHK/Based on Environtment and Forestry Ministerial Decree on The Designation of Provincial Forest Area, Inland Water, Coastal and Marine Ecosystem and Forest Land Use by Concencus Sumber/Source Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur/Forest Service of Jawa Timur Province
Ювсоቯοዪиժе лሃшуслуր нецևኼуУዓиፔ պижոρ πեվДըռ оጋኆ уኂиյоже
ዑреጽужиռωኀ ኘρኄКищоктተቆ հисв ቮмиврЗваβ ሓαχቲլուпαч αстο
Йу хεчኔчиጊуб օմιլумոбизБунут пуሪኂβивυглΥվу ጸхա እ
Извизուհ еሿևдеք ицерιւοдራቄф ի глапΥрсоዲиμеթ чዩшешեрէ
Իтиδ говеሟаψиላዤ ጆетևгօቧեምуФиሡ յαбручоኝГеρ аηу
ԵՒсጋ ուсИсፕ θвсоծυШαጾαηалθչ նэճяχог
KBRN Bukittinggi: Kaya akan keanekaragaman satwa liar yang langka hingga endemik, Sumatera Barat (Sumbar) berpotensi menjadi provinsi pusat konservasi satwa terbanyak di Indonesia.Saat ini, Sumbar menjadi satu-satunya daerah yang memiliki pusat konservasi harimau sumatera di Indonesia yang berada di Dharmasraya. Hutan LumutKarakteristik Flora dan Fauna di Hutan Lumut Hutan Lumut di Indonesia Gunung Lumut, Kalimantan TimurHutan Lumut Gunung Singgalang Pegunungan Argopuro Gambar 1. Forest Moss Nature © Hutan memang menyimpan banyak kekayaan keanekaragaman flora maupun fauna. Banyak karakteristik dan jenis-jenis hutan yang memiliki keunikan karena kondisi tertentu. Berikut ini salah satu hutan yang unik yang akan kita bahas yaitu mengenai Hutan Lumut. Apa sih lumut itu? Lumut merupakan tumbuhan kecil yang belum memiliki akar dan daun sejati. Walaupun begitu daun pada lumut dapat melakukan fotosintesis seperti tanaman pada umumnya. Tumbuhan ini biasanya hidup berkoloni, terdapat lebih dari spesies tumbuhan lumut di dunia. Lumut dapat tumbuh di berbagai tempat bahkan ia dapat tumbuh di lingkungan yang terbilang ekstrem dimana tumbuhan lain tidak mampu untuk hidup. Dapat hidup di berbagai tempat seperti bebatuan, tanah, batang kayu bahkan menumpang di organisme lain. lumut biasanya tumbuh pada lingkungan yang memiliki kelembapan tinggi oleh karena itu hutan ini biasanya dijumpai di kawasan yang bersuhu rendah. Disebut Hutan lumut karena vegetasi kawasannya didominasi oleh lumut. Tumbuhan kecil dan berkelompok ini dapat dijumpai di area pegunungan dengan ketinggian m diatas permukaan laut dengan suhu yang rendah dan memiliki kelembaban yang tinggi. Hutan ini biasa dijumpai di kawasan hutan hujan tropis yang lembab dan juga di bioma tundra karena keduanya memiliki kemiripan. Kawasan bioma tundra dan bioma hujan tropis karena kedua bioma tersebut memiliki suhu lingkungan yang rendah, lembab dan biasanya gelap karena sulit terjangkau oleh sinar matahari sehingga mudah bagi tumbuhan kecil seperti lumut dapat tumbuh di kawasan ini. Karakteristik Hutan lumut memiliki ciri yaitu terletak pada dataran tinggi dengan udara yang lembab dan suhu yang rendah sehingga kawasan akan tertutup dengan kabut. Banyak dijumpai banyak lumut yang hampir tumbuh di setiap kawasannya seperti pohon-pohon yang berwarna hijau sampai dengan warna bebatuan ikut berwarna hijau hal tersebut karena kawasannya diselimuti oleh lumut si tanaman kecil yang berkelompok ini. Di berbagai daereh hutan ini banyak dijumpai di kawasan memiliki curah hujan yang tinggi sehingga memiliki kelembapan tinggi membuat lingkungan selalu berembun bahkan beberapa lumut terdapat juga di kawasan yang bersalju dan jarang terkena sinar matahari sehingga kawasan tersebut ditumbuhi oleh tanaman dari jenis yang sama yaitu lumut. Lumut memiliki ketahanan yang baik bahkan saat suhu mengalami penurunan yang dapat membuat daerahnya membeku namun hebatnya lumut akan tetap hidup sampai es yang menyelimutinya mencair. Ads Gambar 2. Moss Bed © Pinterest Hutan lumut tumbuh pada bioma tundra dan bioma hutan hujan tropis. Pada bioma tundra, lumut dapat tumbuh disini karena suhu yang sangat rendah serta kawasannya dapat membeku sepanjang tahun serta di kawasan ini lumut tumbuh di daerah dengan ketinggian seperti puncak gunung sehingga pohon besar tidak dapat tumbuh dan hanya beberapa tanaman kecil saja yang dapat tumbuh. Sedangkan pada bioma hutan hujan tropis, hutan ini dapat tumbuh karena kondisi hutan yang selalu basah dan lembab karena memiliki curah hujan yang tinggi. Pada bioma hutan hujan tropis hutan ini biasanya dijumpai di kawasan yang memiliki kerapatan pepohonan yang tinggi dan rindang membuat matahari sulit untuk menembusnya sehingga lumut dapat tumbuh subur menempel di pepohonan. Flora dan Fauna di Hutan Lumut Hutan ini memiliki persamaan dengan kawasan bioma tundra karena suhunya yang rendah. Karakteristik dari fauna di kawasan ini memiliki bulu yang lebih tebal karena untuk beradaptasi dengan lingkungannya supaya tetap merasa hangat. Satwa yang hidup biasanya mamalia seperti kelinci, tupai, European hedgehog, serigala, hewan pengerat, dan jenis burung seperti burung elang, burung gagak dan jenis burung lainnya yang dapat hidup di suhu yang rendah. Bahkan jenis serangga, reptil dan amfibi juga menjadi penghuni hutan ini. Gambar 3. European hedgehog. Photo by Aniribe © Pinterest. Jenis flora hutan ini tergantung kawasannya. Ada beberapa daerah hutan ini memiliki kelembaban tinggi karena suhu yang rendah maupun karena pepohonan yang rimbun sehingga lumut banyak tumbuh di batang-batang pohon sehingga membentuk koloni dengan jumlah yang besar dan ada juga yang kawasan seperti bioma tundra yang hanya ditumbuhi tanaman kecil. Tanaman yang sering dijumpai yaitu lumut kerak, lumut Sphagnum, jenis tumbuhan rumput, alga, tanaman epifit seperti anggrek, jamur dan tumbuh-tumbuhan pendek yang lainnya. Hutan Lumut di Indonesia Hutan ini banyak dijumpai di kawasan dataran tinggi di Indonesia. Berikut beberapa kawasan hutan lumut yang ada di Indonesia Gunung Lumut, Kalimantan Timur Kawasan gunung ini memiliki keunikan yaitu banyak ditumbuhi tumbuhan lumut. Daerah yang diselimuti oleh lumut dapat dilihat pada ketinggian 900 meter, terlihat di akar pohon, batang pohon bahkan bebatuan. Memiliki iklim yang bersuhu rendah dan juga lembab membuat lumut mudah tumbuh di kawasan ini. Memiliki warna hijau di setiap sudutnya membuat mata dimanjakan oleh pemandangan kesegaran gunung ini. Terdapat beberapa jenis lumut yaitu lumut daun, lumut hati, lumut Leucobryum, lumut Usnea dan jenis lumut yang lainnya. Hutan Lumut Gunung Singgalang Gambar 4. Hutan Lumut Gunung Singgalang. © Pinterest. Gunung Singgalang memiliki ketinggian sekitar mdpl, hutan yang berada di gunung ini terletak di jalur pendakiannya. Banyak dijumpai lumut karena kondisi lingkungannya yang lembab serta memiliki kandungan air yang tinggi. Lumut di kawasan gunung ini banyak menempel pada pepohonan besar dari akar hingga ranting yang membuat hutan ini terkesan eksotis. Pegunungan Argopuro Pegunungan Argopuro terletak di Provinsi Jawa Timur tepatnya di Hutan lumut Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang. Pegunungan ini memiliki lingkungan dengan dominasi pepohonan yang tingginya mencapai 30 meter membuat kawasan memiliki kelembaban yang tinggi karena rindangnya pepohonan. Pegunungan Argopuro memiliki ketinggian 1000 mdpl sehingga membuat kawasan ini memiliki kelembaban yang tinggi membuat pegunungan ini merupakan tempat yang ideal untuk pertumbuhan lumut. Penulis Moh. Dwi Bahtiar Referensi Literatur November, 17 2020. Hutan Lumut adalah. Retrieved February 04, 2021, from Gusti, Melinda. December, 5 2020. Keren ! Pesona Hutan Lumut Eksotis Satu Ini Ada di Sumatera Barat. Retrieved February 03, 2021, from HUTAN HUJAN TROPIS. Retrieved February 04, 2021, from Bioma Tundra Pengertian, Proses, Ciri-ciri dan Jenisnya. Retrieved February 04, 2021, from Rahardian, Galen.,Gayut.,Aswar, et al. 2017. Inventarisasi Lumut Epifit di Kawasan Hutan Lumut, Suaka Marga Satwa “Dataran Tinggi Yang”, Pegunungan Argopuro. Jurnal Biotropika, Vol, 5 No,3. Bioma – Pengertian, Ciri, Karakteristik, Fungsi & Jenisnya. Retrieved February 04, 2021, from Saurei, Christi. June, 2020. Cantiknya Hutan Lumut Gunung Singgalang. Retrieved February 03, 2021, from Referensi Gambar merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak! Yuk, jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu! Airyang meluap dari sungai Cipaganti itu mencapai ketinggian dua sampai tiga meter. Menurut Oway Firmansyah (10 tahun), siswa kelas 4 sebuah SD negeri di kota Bandung, ia tak bisa sekolah karena baju dan bukunya rusak akibat banjir. "Kemarin aimya tinggi sekali, sulit untuk menyelamatkan buku," kata dia, Rabu (30/1). Jenis-jenis hutan dapat dibedakan berdasarkan hal-hal berikut, yaitu Berdasarkan Fungsinya Berdasarkan fungsinya hutan dibedakan menjadi a. Hutan Lindung hutan lindungHutan Lindung adalah hutan yang berfungsi menjaga kelestarian tanah dan tata air wilayah. b. Hutan Suaka Alam hutan suaka alamHutan Suaka alam adalah kawasan hutan yang karena sifat-sifatnya yang khas diperuntukkan secara khusus untuk perlindungan alam hayati atau manfaat-manfaat yang lainnya. Hutan suaka alam terdiri dari Cagar alam dan Suaka margasatwa. Cagar Alamiah kawasan suaka alam yang keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa dan ekosistem atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Suaka margasatwa ialah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman atau keunikan jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya. c. Hutan Wisata hutan wisata Hutan Wisata adalah hutan yang diperuntukan untuk dibina dan dipelihara guna kepentingan pariwisata atau wisata baru. Hutan wisata terdiri dari Taman Wisata, Taman Baru dan Taman Laut. Taman Wisata adalah hutan wisata yang memiliki keindahan alam baik keindahan nabati, keindahan hewani, maupun keindahan alamnya sendiri yang mempunyai corak khas yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan rekreasi dan kebudayaan. Taman Baru adalah hutan wisata yang di dalamnya terdapat satwa baru yang memungkinkan diselenggarakannya perburuan secara teratur bagi kepentingan rekreasi. Taman Laut adalah laut kawasan lepas pantai atau laut yang masih di dalam batas wilayah laut Indonesia yang di dalamnya terdapat batu-batuan kosong atau biota. Di kawasan ini terdapat ekosistem dan keindahan khusus yang keadaan alamnya secara fisik tidak mengalami perubahan yang diakibatkan karena perbuatan manusia. Contoh taman laut adalah taman laut bunaken Sumatra Utara. d. Hutan Produksi hutan produksiHutan produksi berfungsi sebagai penghasil kayu atau non kayu, seperti hasil industri kayu dan obat-obatan. Berdasarkan Jenis Pohonnya Menurut jenis pohonnya, hutan dapat dibedakan menjadi a. Hutan Heterogen Hutan Heterogen adalah hutan yang ditumbuhi oleh berbagai macam pohon, misalnya hutan rimba. Biasanya di daerah tropik yang banyak hujannya seperti di Amerika Tengah dan Selatan, Afrika, Asia Tenggara dan Australia Timur Laut pohon-pohonnya tinggi dan berdaun lebar. Di Indonesia hutan Heterogen antara lain terdapat di pulau Jawa, Sumatra,Kalimantan dan Irian Jaya. b. Hutan Homogen Hutan Homogen adalah hutan yang ditumbuhi oleh satu macam tumbuhan. Pada umumnya hutan homogen dibuat dengan tujuan tertentu, misalnya untuk reboisasi, penghijauan, atau keperluan perluasan industri. Contoh hutan homogen antara lain hutan jati dan hutan pinus. Berdasarkan Proses Terjadinya Menurut terjadinya atau terbentuknya hutan dibedakan menjadi dua, yaitu hutan asli atau hutan alam dan hutan buatan. Hutan Asli Adalah hutan yang terjadi secara alami, misalnya hutan rimba. Hutan Buatan Adalah hutan yang terjadi karena dibuat oleh manusia. Biasanya hutan ini terdiri dari pohon-pohon yang sejenis dan dibuat untuk tujuan tertentu. Khusus untuk hutan mangrove hutan bakau kebanyakan merupakan hutan alami, namun ada juga hutan mangrove yang sengaja dibuat oleh manusia untuk menanggulangi pantai dari bahaya yang ditimbulkan oleh gelombang atau arus laut. Berdasarkan Tempatnya Untuk daerah tropik yang memiliki curah hujan tinggi, hutan dapat tumbuh di berbagai tempat, sehingga hujan tersebut dinamai berdasarkan tempat hutan menurut tempatnya adalah hutan rawa, hutan pantai dan hutan pegunungan. Berdasarkan Iklimnya Berdasarkan iklimnya, hutan dibedakan menjadi - Hutan Hujan Tropis Hutan hujan tropis terdapat di daerah tropik basah dengan dengan curah hujan tinggi dan terbesar sepanjang tahun. Hutan hujan tropis antara lain terdapat di Amerika Tengah dan Selatan, Australia timur Laut, Afrika dan Asia Tenggara. Ciri khas dari tumbuhan-tumbuhan yang terdapat di hutan hujan tropis adalah ukuran pohon yang tinggi, berdaun lebar, selalu hijau dan jumlah jenis besar. Hutan ini kaya akan hewan Vertebrata dan Invertebrata. - Hutan Musim Tropik Hutan ini terdapat di daerah tropic beriklim basah, tetapi mempunyai musim kemarau yang panjang. Biasanya pohon-pohon di hutan musim tropic menggugurkan daunnya pada musim kemarau. Hutan musim tropik banyak terdapat di kawasan India dan Asia Tenggara, termasuk juga Indonesia. - Hutan Hujan Iklim Sedang Hutan hujan iklim sedang adalah hutan raksasa yang terdapat di Australia dan sepanjang pantai Pasific di Amerika Utara dan California sampai negara bagian Washington. Hutan hujan iklim sedang di Australia merupakan hutan dengan pohon-pohon tertinggi di dunia. - Hutan Pegunungan Tropik Hutan jenis ini mirip dengan hutan hujan iklim sedang, namun struktur dan karakteristik lainnya sangat berbeda. - Hutan Hujan Iklim Sedang yang selalu hijau Terdapat di daerah beriklim sedang. Hutan jenis ini tersebar di Amerika Serikat dan Eropa yang beriklim kontinen. - Hutan Gugur Iklim Sedang Hutan ini terdapat di daerah dengan iklim kontinen sedang namun agak basah dengan musim hujan di musim panas dan dengan musim dingin yang keras. Pohon-pohon yang dominan adalah pohon-pohon yang berdaun lebar yang menggugurkan daunnya di musim dingin. Hutan ini banyak tersebar di kawasan Amerika Serikat, Eropa, Asia Timur, Chile dan Amerika Tengah. - Taiga Taiga terdiri dari jenis-jenis conifer yang tumbuh di tempat terdingin dari daerah iklim hutan. Taiga terbesar terdapat di Amerika Utara, Eropa dan Asia. - Hutan Lumut Hutan lumut adalah komunitas pegunungan tropik yang memilki struktur yang berbeda dengan taiga. Hutan lumut terdapat di daerah yang memiliki ketinggian 2500 m. pohon-pohonnya kerdil dan juga ditumbuhi lumut dan lumut kerak. - Sabana Sabana adalah padang rumput tropis yang diselingi pohon-pohon besar. Umumnya sabana merupakan daerah peralihan antara hutan dan padang rumput. Sabana antara lain terdapat di Australia dan Brasilia. - Gurun Gurun adalah wilayah daratan yang tidak ada tumbuhan kecuali beberapa jenis kaktus. Berdasarkan Tujuannya Menurut jenisnya hutan digolongkan menjadi - Hutan Konservasi dan Taman Nasional - Hutan Produksi Terbatas dan Hutan Produksi Tetap - Hutan Lindung - Hutan Konversi .